Minggu, 20 Maret 2016

Kuyakin Engkau telah mempersiapkannya, suatu hari ini di waktu yang tepat atas RidhaMU

Ada-ada saja godaan skripsi. Aku ingin fokus, aku ingin mengejar target, aku ingin lulus, aku ingin membahagiakan kedua orang tua hamba. Tetapi kali ini hati ini gersang, hati ini kering, hati ini resah dan bimbang. Ya Allah inikah yang namanya rasa iri. Aku menyesal dengan semua rasa ini. Saat kulihat yang lain sedang bersama dan menikmati sedangkan diri ini hanya sendiri terpaku merenungi kenyataan. Hati ini seakan pecah terisiris-iris dengan sayatan pisau tajam. Hati ini terasa miris menerima kenyataan yang harus hamba hadapi. Ya Allah kuatkanlah hamba menghadapi semua godaan ini tabahkanlah hamba untuk menghindari fatamorgana masa remaja ini. Tanpa hamba sadari tidak terasa raga ini telah berusia 22 tahun. iya duapuluhdua tahun dan masih single. hampir tujuh tahun hati ini terasa sepi dan tiada yang mengisi hari-hari.  Rasanya hati ini ingin seperti yang lain yang dengan bahagia bisa tertawa ceria sana sini dengan keadaan hati yang berbunga-bunga dengan keadaan batin yang terisi dan nyaman dengan keadaan rupa yang rupawan nan menawan bisa dengan senang hati bercengkrama sana-sini tanpa ada hati yang merasa sendiri. Ya Allah hamba tahu inilah kenyataan terbaik yang telah Engkau gariskan kepada hamba. Hamba yakin hamba telah ada yang memilikinya, tetapi entah siapa sosok itu. Ya Allah kuatkanlah hamba menerima kenyataan ini. Tabahkanlah hati hamba. Kutahu Engkau telah mempersiapkan sosok terbaik buat hamba. sosok yang dengan segala kelebihan dan kekurangannya mampu menjadi pelengkap agama hamba, mampu menjadi partner hidup hamba sejak sekarang dan selamanya. Tapi mungkin hanya soal waktu mungkin hanya soal kesiapan. Hamba memohon kepadaMU ya Allah jika memang sudah saatnya gerakkanlah hati hamba untuk bisa jatuh hati pada ciptaanMU yang memiliki kecintaan terbesar kepadaMU. Hamba tahu saat ini hamba belum menjadi sosok yang layak dan pantas untuk digenapi separuh agama hamba. Hamba yakin Engkau telah persiapkan segalanya buat Hamba. maafkan hamba jika kali ini hamba sempat merasa iri dengan yang lain yang berbahagia yang tidak bisa hamba peroleh selama ini. tetapi hamba selalu berharap Engkau segera mengirimkannya Engkau segera mempertemukannya dengan Hamba Engkau segera mengikatkannya dengan Hamba di hari yang istimewa dan teah tertulis dalam lauhul mahfudz. Jika memang dia jauh tolong dekatkanlah ya Allah jika memang dia sudah dekat pertemukanlah dan permudahlah jalan menuju ke sana ya Allah. Ampuni hamba ampuni segala keluh kesah hamba. 

astaghfirullahal'adzim
Ya Allah tetapkanlah hamba dalam keimanan dan keislamanMU

Sabtu, 12 Maret 2016

Khilaf, Ingat skripsimu !

Benar-benar khilaf dan menyesal ketika seharian yang dikerjakan hanya tidur dan tidur. Hanya melampiaskan kehedonismean semata. Ya Allah maafkan hamba. 16 Jam tidak ada sesuatu perkembangan yang berarti untuk skripsi ini.  Ingatkah engkau katanya engkau ingin mengejar target, katanya engkau ingin segera membanggakan kedua orang tuamu, sadarlah apa yang telah kamu lakukan. Kamu akan menghianatinya lagi. Kamu akan menghianati kepercayaan dan amanah ibumu lagi ? Sadarlah skripsimu harus segera engkau selesaikan. Segeralah seminar penelitian dan sejenisnya barulah engkau boleh bersenang-senang. Soal Jodoh jangan khawatir Allah selalu bersamamu yakinlah Allah telah menyiapkannya yang penting sekarang persiapkan segalanya untuk tanggung jawabmu menyelesaikan skripsi. Yakinlah Allah telah mempersiapkan jodoh terbaik untukmu, asalkan kamu tetap taat kepadaNYA, tidak menduakanNYA, tidak melanggar syari'atNYA dan Khusnudzan kepadaNYA. Sekarang pantaskanlah dirimu menjadi pribadi yang baik. Jadilah pribadi yang santun cerdas dan religius. Tapi kerjakan dulu apa yang sedang engkau hadapi, iya SKRIPSI. Bukankah hedonisme hanya bertahan sesaat dan tidak menguntungkan. Jangan tidur terus, jangan main terus, jangan jajan terus, jangan belanja terus. Ingat cari uang susah, nyari kerja susah, nyari rizki susah. Lihatlah teman-temanmu sudah melangkah jauh mengejar status sarjana ? Kamu tak ingin serta dengan mereka ? Mereka bisa kenapa kamu enggak ? Kamupun juga harus bisa. Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian
Kembalilah ke jalan yang benar. Ingat perjuangan orang tua, ingat perjuangan rakyat Indonesia untuk biasa bidik misimu. Kembalilah ke jalan perjuangan mengejar targetmu iya WISUDA dan TOGA

Self Reminder
Astaghfirullahal'adziim
Bertaubatlah, segera kerjakan skripsimu

Jumat, 11 Maret 2016

Goresan Pena Pengungkap Cerita

Masa-masa skripsi ternyata menjadi masa yang sangat dahsyat bagi Mahasiswa. Suka duka dengan segala retorikanya menjadikan batin ini menjadi kuat dan tabah. Rasanya setia hari ada saja peristiwa/pelajaran yang bisa diambil hikmahnya. Rasanya waktu berjalan begitu cepat secepat angin berlalu ketika berlembar-lembar ketikan kata demi kata, kalimat demi kalimat, paragraf demi paragraf, dan bab demi bab. Rasanya sang perut juga ikut andil untuk menyusun skripsi. Iya lapar dan cepat lapar ketika skripsi adalah wajar. Namun, kiranya proses perjuangan ini tidak lengkap tanpa catatan tanpa refleksi. Tiba-tiba ingin sekali mengabadikan momen-momen atau pelajaran-pelajaran berharga dalam sebuah tulisan namun bukan di media sosial seperti facebook, twitter, atau yang lain. Bosan dengan tulisan di buku. Ah rasanya menakjubkan sekali perjuangan di penghujung semester ini. Semoga Engkau senantiasa memberikan kemudahan bagi hamba untuk menyelesaikannya.

Tahun Favorit (2016)

Tidak terasa masa-masa kuliah akan segera berakhir. Tahun ini 2016 tahun yang selalu kutulis dalam buku mimpi-mimpi dalam selembar kertas ketika ditanya tentang impian dan target. Pada kenyataannya inilah tahun sebenarnya tahun yang selalu engkau dambakan dan engkau telah benar-benar memasukinya. Skripsi masa di mana mahasiswa berjuang dengan sekuat tenaga untuk menyelesaikannya untuk menaklukannya hanya demi gelar sarjana. hanya demi selembar ijazah hanya demi mengenakan toga kebanggaan dengan slempang cumlaude. Ya Allah inilah tahun-tahun perjuangan bagiku selama kuliah. kutau semua cobaan akan ada hikmahnya. hamba yakin semua teguran itu, semua peringatan itu engkau berikan hanya karena engkau sayang pada hamba, engkau ingin hamba berada pada jalan yang benar engkau ingin hamba kembali pada jalan menunju ridhamu engkau ingin hamba kembali mendominasikan akhirat. Ya Allah berikanlah hamba kemudahan untuk menyelesaikan studi strata satu ini hamba ingin membuat tersenyum kedua orang tua hamba, hamba ingin membanggakan mereka. hamba ingin memenuhi amanah mereka. Berikanlah kemudahan dan kelancaran bagi Hamba permudahkan setiap langkah hamba, ridhai dan rahmatilah segala langkah hamba. Engkaulah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang izinkanlah hamba menjadi kebanggaan keluarga izinkanlah hamba untuk sukses menjadi kebanggaan keluarga. Jadikanlah hamba anak yang sholihah yang berbakti pada kedua orang tua jadikanlah hamba sebaik-baik anak yang patuh pada orang tua. izinkanlah hamba untuk membahagiakan kedua orang tua hamba. tahun ini dan seterusnya

Aamiin :-)

Senin, 23 Maret 2015

PERAN PENDIDIK DALAM MENCETAK GENERASI INDONESIA YANG BERKARAKTER SEBAGAI UPAYA MENYONGSONG INDONESIA EMAS 2045 Oleh : Junaidah PGSD/K7112122/VIB



Pada tahun 2045 Indonesia genap memperingati 100 tahun kemerdekaan Indonesia atau yang lebih dikenal dengan Indonesia emas. Tahun di mana tantangan perkembangan zaman yang semakin besar. Dalam menyongsong Indonesia emas 2045 indonesia harus mempersiapkan sumber daya manusia yang handal. Telah kita ketahui berita dari media massa baik cetak maupun elektronik yang memberitakan kasus-kasus kejahatan dan kriminalitas yang melanda bangsa ini yang semakin merajalela. Oleh karena itu, tentunya kita tidak ingin para generasi penerus bangsa menjadi hancur karena kasus-kasus tersebut. Banyak dari kalangan akademis yang tersangkut dalam kasus korupsi. Padahal dari segi intelektual mereka tidak diragukan lagi. Tetapi sayangnya lemahnya moralitas serta tuntutan perilaku yang konsumtif dan hedonis menjadikan mereka tersangkut kasus-kasus tersebut. Upaya untuk memperbaiki Sumber Daya Manusia menuju Indonesia Emas 2045 adalah upaya pendidikan karakter. Bangsa ini tidak hanya menginginkan generasi yang cerdas dari segi intelektual dan ketrampilan tetapi yang lebih penting adalah generasi yang bermoral. Pendidikan karakter telah menjadi perhatian berbagai negara dalam rangka mempersiapkan generasi yang berkualitas, bukan hanya untuk kepentingan individu warga negara, tetapi juga untuk warga masyarakat secara keseluruhan.
Hakikat Pendidikan
            Sesuai dengan UU RI No 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dari kutipan yang terdapat pada UU RI No 20 tahun 2003 Tentang sistem pendidikan nasional sudah jelas bahwa pendidikan bukan hanya terfokus untuk mencetak generasi yang cerdas tetapi juga berfokus untuk mencetak generasi yang berkarakter. Dalam hal ini pendidikan sebagai sarana untuk belajar siswa memiliki peran yang sangat penting dan diharapkan mampu menjadi lembaga yang mampu mencetak generasi yang cerdas dan berkarakter. Theodore Roosevelt mengatakan: “To educate a person in mind and not in morals is to educate a menace to society” (Mendidik seseorang dalam aspek kecerdasan otak dan bukan aspek moral adalah ancaman mara-bahaya kepada masyarakat)
            Kualitas suatu bangsa ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Sebagai wujud peningkatan kualitas pendidikan bangsa Indonesia pemerintah melalui bidang pendidikan hendak memperbaiki sumber daya manusia khususnya upaya perbaikan karakter bangsa. Dalam hal ini guru sebagai pendidik di sekolah mempunyai tanggungjawab yang besar untuk mencerdaskan siswa. Pendidikan karakter sebagai upaya untuk memperbaiki moral generasi bangsa diinternalisasikan melalui lembaga pendidikan formal yaitu sekolah. Lembaga pendidikan atau sekolah memiliki tugas untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia bangsa Indonesia
Guru Sebagai pendidik
            Pada umumnya Istilah mengajar dan mendidik sering disamakan maknanya. Pada hakikatnya konsep mengajar dan mendidik memiliki perbedaan. Mengajar merupakan upaya untuk mentransfer pengetahuan/knownledge. Sedangkan mendidik meupakan upaya untuk mentransfer knownledge and value. Guru sebagai pendidik tidak hanya bertugas untuk mengajar, namanya saja pendidik guru bukan hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran di sekolah tetapi juga menanamkan nilai-nilai kehidupan. Proses pendidikan anak pertama kali berlangsung di dalam lingkungan keluaraga. Selain orang tua sebagai pendidik utama tentunya lembaga pendidikan sebagai tempat belajar siswa memiliki tanggung jawab untuk mencerdaskan bangsa. Dalam hal ini guru sebagai subjek dalam pendidikan yang langsung berinteraksi dengan siswa memiliki peran dalam pembentukan karakter siswa dalam rangka mempersiapkan generasi emas 2045. Guru sebagai pendidik di sekolah merupakan suri tauladan bagi siswa. Selain sebagai suri tauladan bagi siswa guru memiliki peranan yang lain yang sangat penting bagi perkembangan karakter anak.
            Guru merupakan orang tua kedua bagi anak. Guru merupakan orang tua ketika di sekolah. Menjadi pendidik atau guru merupakan tugas mulia manusia. Pada hakikatnya semua manusia adalah guru/pendidik. Namun dalam hal ini pendidik yang dimaksud adalah pendidik dalam lembaga pendidikan. Peran guru sangat penting terhadap perkembangan anak. Karena guru memiliki tanggungjawab penuh terhadap perkembangan anak di sekolah.         
Guru Sebagai Suri Tauladan yang baik
            Istilah “Guru” dalam bahasa jawa sering diungkapkan sebagai “digugu lan ditiru”. Dalam bahasa jawa tersebut jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia profesi seorang guru adalah identik dengan dipatuhi dan dicontoh. Maksudnya “digugu” atau dipatuhi adalah segala hal perkataan dan perintah guru harus dipatuhi oleh peserta didik. Sedangkan “ditiru“ memiliki arti dicontoh yakni meliputi tindakan dan perkataan guru dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak sekolah khususnya tingkat dasar lebih memilih percaya pada perkataan guru daripada orang tuanya sendiri. Misalnya dalam hal pelajaran guru mengajarkan materi pelajaran tentang kesehatan, sedangkan di rumah ketika siswa belajar dengan orang tua terkadang dengan materi yang sama namun isinya sedikit berbeda siswa. Maka anak tersebut akan lebih percaya pada jawaban dari guru ketika di sekolah. Walaupun siswa tersebut belum tentu mengerti mana kebenaran yang asli. Selain dalam hal pembelajaran atau wawasan, dalam hal tingkah laku guru ketika di kelas menyampaikan tindakan yang seharusnya dilakukan oleh siswa. Namun, ketika di rumah orang tuanya mengatakan yang berbeda siswa tersebut biasanya mengatakan kepada orang tuanya  “kata bu guru seperti ini, bukan kayak gitu”.
            Dari pemaparan contoh di atas, dapat disimpulkan bahwa peran guru dalam mendidik anak di sekolah sangat mengena bagi siswa. Terlebih bagi pendidikan tingkat dasar. Pendidikan dasar merupakan fondasi awal dalam proses pendidikan yang dijalani oleh anak setelah pendidikan di keluarga. Sebagai pendidik yang memiliki peran utama mencerdaskan kehidupan bangsa, sebaiknya membekali diri agar bisa menjadi suri tauladan yang baik untuk peserta didik. Dengan harapan sikap yang baik dari guru akan berpengaruh dan ditiru oleh siswa sehingga siswa akan senantiasa menjadikan kebiasaan yang nantinya akan melekat di hati anak.
Guru sebagai penentu Tata Tertib di sekolah
            Sekolah memiliki aturan dan tata tertib khusus bagi siswa-siswanya. Tata tertib tersebut dibuat oleh para guru beserta tenaga pendidik di sekolah yang disesuaikan dan dipertimbangkan secara matang. Hal ini bertujuan agar siswa mampu berdisiplin dan tertib terhadap aturan yang berlaku. di dalam sekolah setiap kelas memiliki tata tertib sendiri yang tentunya lebih khusus. Peraturan itu dibuat khusus untuk ketertiban di kelas. Biasanya pada tahun ajaran baru sebelum guru kelas memulai kegiatan pembelajaran guru membuat tata tertib dan konsekuensi yang ditetapkan bersama dengan siswa. siswa diajak untuk membuat peraturan kelas. Menurut Syamsul Yusuf (2000) Pada usai sekolah dasar, anak sudah dapat mengikuti peraturan dan tuntutan dari orang tua atau lingkungan sosialnya. Pada akhir usia ini, anak sudah dapat memahami alasan yang mendasari suatu peraturan. Dari pendapat tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa usia anak sekolah dasar sudah mampu menyadari akan peraturan dan pentingnya peraturan. Khususnya di sekolah. Melalui tata tertib yang dibuat dan disepakati bersama akan mampu melahirkan anak-anak yang disiplin, patuh,  dan bertanggung jawab. Anak sekolah yang mematuhi tata tertib akan manjadikan kebiasaan bagi mereka. Sehingga ketika sejak kecil mereka sudah terbiasa dengan taat pada peraturan diharapkan dapat menjadikan kebiasaan yang tertanam dalam diri mereka.
Pemilihan Strategi Pembelajaran
            Seiring dengan perkembangan zaman yang didikuti dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa perubahan bagi dunia pendidikan. Pendidikan sebagai suatu hal yang urgen akan memiliki dampak terhadap perkembangan Sumber Daya Manusia suatu negara. Seiring dengan berkembangnya kurikulum menuntut para kalangan akademis ataupun ilmuwan menciptakan strategi, pendekatan, model, metode, media dan teknik pembelajaran yang terbaru. Hal tersebut dilakukan karena mengingat strategi pembelajaran di sekolah pada zaman dulu dianggap konvensional dan kurang memberikan hasil belajar yang bermakna bagi siswa.
            Banyak jenis-jenis strategi yang muncul yang dikaitkan dengan aspek-aspek kehidupan. Guru sebagai pendidik tentunya memilki hak otoritas untuk memilih strategi mana yang tepat. Namun, mencuatnya pendidikan karakter baru-baru ini membuat guru berfikir keras untuk mengemas suatu pembelajaran yang bernilai karakter. Salah satu langkah guru adalah melalui pemilihan strategi pembelajaran yang tepat. Strategi pembelajaran yang dipilih hendaknya yang secara tersirat mampu membentuk karakter siswa.
            Pendidikan karakter di sekolah tidak secara langsung menjadi suatu bidang studi/mata pelajaran khusus, tetapi melalui internalisasi dalam setiap strategi pembelajaran. Misalnya dalam memilih model pembelajaran cooperative learning yang tujuan utamanya meningkatkan sikap kerjasama peserta didik, Model pembelajaran kontekstual dapat melatih siswa untuk peduli terhadap lingkungan sekitar, Model pembelajaran discovery learning mampu membentuk sikap rasa ingin tahu dan kreatif bagi peserta didik. Selain strategi pembelajaran dalam bentuk model atau metode, nilai-nilai kearifan lokal atau budaya dapat diinternalisasikan dalam proses pembelajaran. Hal tersebut, sebagai upaya untuk mengenalkan kepada peserta didik tentang buaya lokal. Sehingga karakter cinta budaya akan senantiasa terbentuk.
            Walaupun pendidikan karakter tidak secara langsung diberikan alokasi pembelajaran, namun melalui strategi pembelajaran yang tepat akan melahirkan generasi yang bukan hanya kuat intelektualnya tetapi kuat moralnya. Itulah mengapa strategi pembelajaran sangat berpengaruh terhadap perkembangan karakter anak. Guru seharusnya memilih-milih stategi yang menarik dan bernilai karakter.
Kerjasama Guru dan Orang tua
            Sekolah merupakan tempat pendidikan kedua bagi siswa setelah pendidikan dalam keluarga. Anak mulai mendapat pendidikan ketika ia pertama kali lahir dan dibesarkan di dalam lingkungan keluarga. Otomatis keluarga memiliki peranan yang sangat penting bagi pendidikan anak. Setelah anak memasuki dunia sekolah maka orang tua melimpahkan proses pendidikannya anak kepada guru ketika di sekolah. Tetapi proses pendidikan dalam keluarga tetap berlangsung. Pihak pendidikan yang diberi wewenang dalam mendidik anak secara tidak langsung memiliki tanggung jawab terhadap proses perkembangan anak. Oleh karena itu, guru tidak mungkin bisa berjalan sendiri tanpa bantuan dari orang tua. Guru harus melakukan kerja sama dengan orang tua agar visi dalam mendidik anak dapat searah dan sejalan. Guru dapat melakukan komunikasi dengan orang tua dalam hal perkembangan anak. Agar pendidikan sikap disekolah dapat selaras dengan pendidikan di rumah. 
100 tahun kemerdekaan indonesia merupakan karunia tuhan yang terindah. Melihat perkembangan bangsa ini sejak zaman penjajahan hingga bisa dikatakan negara berkembang dengan pesat. 100 Tahun kemerdekaan Indonesia tentunya menjadikan harapan yang lebih baik bagi bangsa ini. Perbaikan Sumber Daya Manusia menjadi salah satu fokus utama dari bangsa ini agar mampu bersaing di dunia internasional. Melihat berbagai fenomena krisis moralitas bangsa ini menjadikan gagasan pendidikan karakter semakin digalakkan. Lembaga pendidikan khususnya pendidik atau guru memiliki peran utama dalam pembentukan karakter anak. Semoga dengan adanya optimalisasi peran guru dalam mendidik peserta didik dapat melahirkan generasi bangsa yang berkarakter agar mampu menuju indonesia emas 2045.

Jumat, 05 September 2014

Vitalis dan Cerita 5 Tahun yang lalu



parfum itu selalu membawaku pada kenangan cerita 5 tahun yang lalu
aku menghela nafas untuk kembali menngunakan parfum itu
lima tahun yang lalu aku menggunakannya saat aku menjalin hubungan dengan dia
hingga semua aktivitas dan kegiatanku sehari-hari tak lepas kumemakai parfum itu
setelah kuputuskan untuk tak bersama lagi dengan dia
bertahun-tahun aku tak berani menggunakan parfum itu
aku selalu bisa mendeteksi orang-orang yang memakai parfum itu
dan jika indera pembauku mencium bau parfum itu
pikiran dan ingatanku akan selalu berujung pada kisah 5 tahun yang lalu

aku sadar aku salah
selalu menganggap hal kecil menjadi petaka besar untuk hidupku
menjadikan hati bersendu hingga tetes air mata mengalir dengan derasnya
hanya karena mengingatnya
itu dulu bertahun-tahun sejak 5 tahun yang lalu

sekarang, aku tak lagi takut untuk menggunakan parfum itu
aku tak lagi mempermasalahkan wangi parfum itu
cerita yang lalu biaralah berlalu
sekarang hanya untuk memikirkan cerita sekarang dan cerita masa depan
aku hanya selalu teringat kebersamaan dengan sahabat-sahabatku 5 tahun yang lalu
semua sahabatku yang kini perlahan-lahan telah melepas masa lajangnya
atau yang masih berjuang menuntut ilmu dan mencari pengalaman
karena masa lalu bukan untuk disesali tetapi untuk dipelajari
untuk bekal masa depan yang lebih baik
tentunya tak selalu kita menoleh ke belakang
yang akan menghalangi keyakinan kita untuk melangkah menyongsong masa depan

Kami Menolak !!!!!

Jum'at, 21 Februari 2014



Seperti itukah ego orang yang bertumpuk uang. Tak memikirkan masa depan lingkungannya. Kami bukan orang tempo dulu yang mudah engkau kelabuhi dengan segepok uang. Halaman rumah kami akan  digunakan dengan sebagai gudang. Mungkin setiap bulan sekali atau setahun kami akan menerima uang sebagai  ganti sewa tempat. Namun, tak semudah itu untuk membohongi kondisi kami. Tak akan bisa seimbang dengan derita kami yang setiap hari akan berkutat dengan hewan-hewan kecil yang berbahaya. Belum lagi harus menanggung bau yang menyengat. Secara tegas kami menolak dan meolak. Mungkin halaman tetangga yang luas merupakan ladang bisnis menggiurkan. Tetapi kami tegaskan lagi kami bukan sekelompok orang yang gila harta. Mungkin jika dizinkan lama kelamaan tanah halaman akan berganti hak milik dan sertifikat halaman akan berganti nama. Dan itulah ketakutan kami. Walaupun kami memang hidup sederhana dengan kondisi rumah yang seadanya tetapi kami bisa bahagia. Kami bukan penggila harta dengan iming-iming segepok uang yang akan memutus masa depan. Mungkin segepok uang akan membahagiakan kami saat itu. Tetapi untuk beberapa tahun lagi kesengsaraanlah yang akan menghantui. Dengan kondisi pertumbuhan manusia yang meningkat dengan kondisi lahan yang tetap tak memungkinkan untuk dimana tepat tinggal 25 tahun lagi. Dan yang kupertimbangkan adalah masa depan bukan masa sekarang. Dengan tanah yang serba terbatas insya’allah akan kami pertahankan untuk masa depan anak cucu. Jika sebagian tanah kami lepaskan itu berarti tempat tinggal kami nanti akan semakin sempit dan sumpek. Dan anak cucu kami akan tinggal dimana? Satu-satunya yang kami punya hanya ini warisan dari orangtua.
Kali ini mencoba kembali untuk menawari kami untuk menjadikan halaman sebagai tempat parkir mobil. Halaman akan dicor dengan pasir dan semen. Sekali lagi kami nyatakan kami tidak mau. Kami mengetahui dampak yang akan terjadi nantinya jika halaman dicor. suhu udara akan semakin panas. Dan kami tidak bisa lagi menanam pohon-pohon buah untuk penghijauan. Di era globalisasi, dampak dari pemanasan global semakin mengenaskan. Walaupun dengan satu dua pohon kami berusaha untuk menguranginya  dengan cara penghijauan agar lingkungan kami bisa bernafas dengan lancar. Dengan kondisi antar rumah yang minim ventilasi sebagai akibat menyempitnya lahan berwujud atar rumah saling berdempetan tak ada celah. Kami mencoba untuk mengatasinya. Dengen mempertahankan halaman untuk penghiajauan kami. Masihkah akan menwari??? Dan sekali lagi kami nyatakan kami menolak.