Jumat, 05 September 2014

Politik Bagi Kaum Bersarung


Ahad, 23 Februari 2014

Sebentar lagi pemilu sebagai pesta demokrasi akan berlangsung untuk kesekian  kalinya di negeri ini. Pada tahun ini pemerintah akan menyelenggarakan pemilihan umum yang meliputi pemilhan anggota legislatif baik tingkat kabupaten, daerah dan nasional. Setelah pemilihan anggota legislatif, akan dilanjutkan dengan pemilihan pemimpin  presiden dan wakil presiden.
Menjelang pemilihan umum yang akan diselenggarakan bulan April nanti, jalan-jalan kini dipenuhi oleh gambar baliho, spanduk, poster, gambar dll. Selain media cetak, televisi dan dunia maya juga menjadi sebagai sarana untuk kampanye melalui iklan-iklan untuk menarik hati rakyat. Iklim politik mulai menempati posisi strategis bagi masyarakat. Suara-suara kaum politik mulai sontar terdengar hingga rakyat kecil. Baik mereka yang langsung terjun langsung atau istilah sekarang “blusukan” ataupun yang hanya sekedar memasang visi misi melalui spanduk. Berbagai startegi ditempuh untuk mengambil hati suara rakyat agar menyumbangkan suara mereka untuknya. Tulisan visi misi memenuhi gambar beserta janji-jani. Menjanjikan seputar penyelesaian permasalahan rakyat meliputi berbagai bidang kehidupan.
Selain dari golongan kaum dengan latar belakang politik, bursa pencalonan anggota legislatif juga diramaikan oleh sederet orang-orang berlatar belakang berbeda-beda antara lain : mulai dari kalangan Artis, kalangan Akademis, kalangan Teknokrat, Pengusaha, Santri, Penyanyi, Pedagang, dan rakyat biasa.  Diantara calon anggota legislatif tersebut, dapat kita jumpai calon legislatif yang berlabel kaum pondokan (Santri). Baik mereka diusung oleh partai Islam maupun partai umum. Mereka serta merta ikut memeriahkan burasa calon anggota legislatif negeri ini.
Ketika mendengar kata “Santri/Kaum bersarung” hal yang teringat di benak kita pasti tentang kaum yang bersarung, berpeci, berjenggot tebal, berkalung tasbih, bertumpuk-tumpuk kitab dll.  Rutinitas yang setiap hari dijalani seperti ngaji kitab, ro’an, baca Al-qur’an, kegiatan keagamaan, membantu kiyai dll. Kaum yang masih sering sering didekte sebagai otak dari praktik teroris yang melanda negeri ini. Kaum yang terkenal dengan kedalaman agama serta teguh berpendirian aqidahnya. Kaum yang dikenal dengan keshalihannya. Sejauh yang telah kita ketahui para Santri sering dianggap sebagai kaum yang hanya berkutat tentang keagamaan dan urusan syar’i. Namun, seiring perkembangan zaman kaum Santri mulai menempati posisi penting di negeri ini. Mereka tak lagi hanya mementingkan urusan agama tetapi juga ikut memikirkan negeri ini melalui politik.
Bagaimanakah kemampuan mereka ? akankah mereka bisa sinergis dengan kaum dari kalangan lain ? Banyak dari masyarakat yang memandang kurang sreg mengenai para calon anggota legislatif yang berlatar belakang pondok. Mungkinkah karena minimnya pengalaman tentang dunia politik atau ada alasan lain yang membuat mereka tak menyukai kaum bersarung dalam dunia politik. Bisa jadi mereka telah terbiasa mempercayakan negeri ini bagi kaum dengan berlatar belakang politik. Sebegitu rendahkan persepsi masyarakat tentang keikutsertaan kaum santri dalam bidang politik. Melihat berbagai rentetan permasalahan yang menyangkut para politisi tak lagi menjadi prioritas utama untuk mendominasikan kaum politik. Belum tentu yang berbasic politik bisa memperjuangkan aspirasi rakyat. Tetapi tidak menuntut kemungkinan kaum Santri juga belum bisa maksimal untuk bekerja demi rakyat.
Semua masyarakat Indonesia memiliki hak yang sama untuk ikut serta memperjuangkan atas nama rakyat. Begitu juga kaum Santri, mereka juga memiliki hak yang sama dengan kalangan lain yang memperjuangkan kehidupan politik demi rakyat. Walaupun latar belakang mereka dari kaum agamawan, tidak menuntup kemungkinan mereka lebih bisa memperjuangkan rakyat. Dari segi kualitas agama, mereka memiliki bekal dari segi agama yang matang. Pembelajaran dan pendidikan selama di pondok mungkin bisa dijadikan acuan untuk memperkuat keimanan dan pengembangan diri. Dari segi moral, kebiasaan pendok telah mendidik mereka menjadi insan yang mengerjakan sesuatu tanpa pamrih ikhlasa dan tulus demi mengharapkan ridha Allah swt. Dari segi motif, keikutsertaan mereka dalam bidang politik bukan hanya sekedar untuk mengejar kekuasaan, mengejar setumpuk materi untuk memperkaya diri,  tetapi lebih kepada memperjuangkan kepentingan rakyat dan mensejahterakan ummat (habblumminannas) berharap semata-mata mengharapkan ridha Allah swt. Bukankah dalam Islam telah telah mengajarkan bahwa sebaik-baik manusia adalah manusia yang memberikan manfaat bagi manusia lain. Dari segi kualitas kepemimpinan, setiap manusia memiliki citra kepemimpinan sendiri tetapi tidak menutup kemungkinkan untuk meneladani kepemimpinan orang-orang hebat yang telah berhasil dalam memperjuangkan rakyat. Dalam Islam banyak tokoh yang menjadi teladan tentang kepemimpinan antara lain : Nabi Muhammad, Umar bin Khattab, Umar bin Abdul Aziz dan masih banyak lagi. Beliau telah berhasil menggunakan kesempatan menjadi pemimpin untuk sepenuhnya bekerja untuk rakyat. Mereka mampu membawa peradaban islam menjadi gemilang pada masa itu. Hal tersebut dapat dijadikan teladan oleh para kaum santri yang ikut serta dalam bidang politik. Seperti sebuah petikan hadis, “Kullukum raain wakullukum mas’ullin ‘an ro’iyyatihi”. Setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjwaban atas kepemimpinannya. Aktivis politik santri harus bisa menjadikan dirinya sebagai wajah Islam dalam dunia politik seperti model uswatun hasanah Nabi Muhammad saw dalam menyebarkan kebagusan Islam.
Bangsa Indonesia kini sedang dilanda oleh rasa pesimistis. Merasa sudah tak ada lagi pemimpin-pemimpin yang bekerja sepenuhnya untuk memperjuangkan rakyat. Tidak ada pemimpin yang negarawan. Permasalahan korupsi telah menyelinap di segala bidang dan telah masuk dalam kalangan kementrian agama. Kementrian Agama yang diyakini sebagai lembaga yang didominasi oleh kaum agamawanpun telah terjangkit virus korupsi. Jika masih memikirkan tentang adanya kaum agamawan yang terlibat dalam kasus korupsi. Tidak mengurungkan niat para Santri untuk ketakutan kehilangan citra dari masyarakat. Seperti yang diungkapkan oleh Anis Baswedan dalam acara Mata Najwa Onstage di UNS 14 Desember 2013 ketika ditanya tentang kondisi pemerintahan indonesia minim pemimpin yang negarawan “ walaupun banyak yang terlibat dengan permasalahan, kita masih memiliki generasi yang peduli genarasi yang mampu mengatasi permasalahan di Indonesia, generasi yang sekarang sedang mempersiapkan diri untuk masa depan Indonesia baik dari kalangan intelektual maupun yang agamawan ” dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan terkait dengan kaum agamawan yang terlibat dengan kasus korupsi di negeri ini, di sisi lain masih banyak potensi orang-orang di pelosok negeri yang bisa memberikan solusi atas permasalahan di negeri ini.
Apapun latar belakangnya semua masyarakat di Indonesia memiliki hak yang sama untuk turut ikut serta dalam dunia perpolitikan. Santripun sebagai bagian dari golongan di negeri ini memiliki peran yang sama untuk ikut memperjuangkan rakyat. Tidak perlu minder dengan status, toh juga Allah menciptakan makhluknya di bumi dengan kesempatan yang sama. Tentang kemahiran atau kecerdasan menurut saya hanya akan bergantung tentang pengalaman mereka dalam mengikuti perkembangan perpolitikan negeri ini. tentang bagaimana mereka mampu membawa diri dengan jiwa kepemimpinannya. Semoga sistem perpolitikan Indonesia diemban oleh orang-orang yang benar-benar tulus untuk memperjuangkan rakyat. Sistem politik yang bersih dan merakyat yang mampu membawa rakyat menuju kesejahteraan. J J J J

Siapakah Presiden dan Wakil Presiden Indonesia Selanjutnya ???


Kamis, 10 Juli 2014
 
Tahun 2014 merupakan tahun Politik bagi bangsa Indonesia. Karena tahun ini merupakan tahun dimana siklus 5 tahunan kembali terjadi yaitu pemilihan legislatif dan pemilihan presiden. pemilihan legislatif telah dilaksanakan pada tanggal 9 april 2014. Sesuai dengan keputusan KPU dan quick count telah ditentukan partai PDIP menempati posisi teratas partai politik yang dipilih oleh bangsa Indonesia.
Tanggal 9 Juli 2014 merupakan hari yang dinanti-nanti seluruh warga Indonesia. Pada hari itu suara seluruh warga Indonesia akan menentukan pemimpin yang akan memimpin Indonesia lima tahun yang akan datang. Pemilihan umum presiden telah dilaksanakan oleh bangsa Indonesia serentak diseluruh Nusantara tepat pada hari Rabu, 9 Juli 2014. Seakan-akan bangsa ini memiliki hajatan besar yang mengundang antusiasme seluruh warga Indonesia baik yang di dalam negeri maupun di luar negeri. bagi masyrakat Indonesia yang sementara masih berada di Luar negeri pemerintah telah mendirikan TPS-TPS dikedutaan RI  dan warga negara Indonesia yang disana telah menggunakan hak pilihnya sebelum tanggal 9 Juli 2014. Masyarakat Indonesia sangat antusias sekali menyambut hari pemilihan presiden jauh-jauh hari yang juga bertepatan dengan bulan ramadhan. Jauh-jauh hari masyarakat selalu mengikuti perkembangan terkini mengenai berita yang menampilkan calon presiden dan wakil presiden sejak pemilu legislatif april yang lalu.
Pemilihan presiden pada tahun ini diikuti oleh 2 kandidat pasangan calon presiden dan wakil presiden. Pasangan 1 : Prabowo Subiyanto – Hatta Radjasa yang diusung dari partai Gerindra dan Partai Amanat Nasional. Pasangan dengan Nomor urut 2 : Joko Widodo – Jusuf Kalla yang diusung dari PDIP dan partai Golkar. Semua partai telah berkoalisi untuk mendukung pasangan capres dan cawapres masing-masing. Tak hanya anggota partai politik, masyarakat uumum dan public figur juga ikut serta merapatkan barisan mendukung capres-cawapres pilihannya. berbagai rangkaian debat telah dilaksanakan yang memaparkan visi misi capres-cawapres dalam berbagai bidang.
Pemilu presiden sudah dilaksanakan kemrain dan seluruh bangsa Indonesia telah menggunakan hak pilih mereka dengan plihan masing-masing. Tentunya kita sudah tidak sabar lagi untuk mengetahui siapa yang akan menjadi presiden dan wakil presiden. siapakah pemimpin bangsa ini ? siapakah yang akan menahkodai perjalanan bangsa ini 5 tahun ke depan. Siapa yang akan menggantikan pak SBY, siapa yang akan menruskan jejak para pemimpin bangsa ini, siapa yang akan meneruskan tongkat estafet kepemimpinan bung Karno, pak Harto, pak Habibi, pak gusdur, Ibu mega, dan pak SBY. semua orang tidak sabar untuk segera mengetahuniya dengan cepat. tentu hasil akhirnya berada di tangan KPU. tetapi, proses untuk menentukannya membutuhkan waktu yang lama karena harus menghimpun data dari berbagai daerah di seluruh Indonesia serta data dari luar negeri.
Salah satu cara yang bisa digunakan untuk memprediksi hasil pemilihan umum adalah quick count. quick count atau hitung cepat merupakan suatu cara untuk memprediksi hasil pemilihan umum dengan cara mengambil sample hasil pemilu di suatu daerah yang sekiranya bisa dijadikan perwakilan/sampel untuk hasil keseluruhan daerah tersebut. quick count dilakukan oleh berbagai lembaga di Indonesia antara lain RRI, Litbang Kompas, SMRC, LSI, Cyrus Center, Indikator Politik, dll. Bangsa Indonesia mulai menggunakan quick count pada saat pemilihan umum tahun 1997. hingga sekarang.
pemilihan presiden yang sejak dulu diambil alih oleh MPR kini telah beralih ke konsep demokrasi yang sesungguhnya. yaitu presiden dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum. pemilihan umum presiden secara langsung mulai dilaksanakan pada tahun 2004 kemudian 2009 dan 2014.
Menurut data hasil survei berbagai lembaga di Indonesia sebagian ada yang mendapatkan hasil kalau Prabowo-Hatta unggul dibandingkan Jokowi-JK. Tetapi di lembaga survei yang lain mendapatkan hasil Jokowi-JK lebih unggul dibandingkan Prabowo Hatta. Rabu sore kedua-duanya saling mendeklarasikan kemenangannya. sebagai rakyat biasa kita dilanda kegalauan siapakah yang sebenarnya menang dalam pilpres ini ? Media televisi yang sejak awal selalu menyajikan kebaikan-kebaikan capres tertentu memberikan informasi kalau capres yang mereka dukung telah memenangkan pilpres. mereka berpedoman terhadap lembaga survei yang telah memenangkan capres tertentu. tetapi disisi lain media yang mendukung capres yang lain juga tak mau kalah untuk menmberikan informasi kalau capares yang mereka dukung telah memenangkan pilpres. mereka juga berpedoman terhadap survei lembaga yang telah memenangkan capres yang didukung. yang menjadi pembeda adalah lembaga survei yang dirujuk. ada apa dibalik semua fenomena ini ?
seharian menonton hasil quick count sempat membuat saya bingung dan pusing 7 keliling. mungkin anda juga mengalami hal yang sama. sampai-sampai saya bingung mencari media yang menyajikan sumber informasi yang netral tanpa memihak ke A ataupun ke B.
untuk saat ini hasil quick count belum bisa dijadikan patokan siapa yang memenangkan pilpres tahun ini. untuk hasil realnya menunggu keputusan KPU yang akan diumumkan pada tanggal 22 Juli 2014. Sebaiknya kita tunggu dulu dan bersabarlah untuk sejenak. jangan pada berpesta ria maupun konvoi untuk merayakan kemenangan. kita tunggu hasil akhir yang sebenarnya dari KPU. jangan pada mengkalim kemenangan pihak masing-masing. belum ada kepastia sudah pada melakukan syukuran, merayakan kemenangan. dan anehnya kedua belah pihak juga sama-sama mendeklarasikan kemenangan. sesuai dengan pesan bapak Presiden SBY kedua kubu haraplah bersabar menunggu hasil dari KPU sebaiknya kita berikan kawalah untuk penghitungan yang dilakukan oleh KPU supaya tidak terjadi kecurangan sehingga akan mendapatkan hasil yang akurat.
Seperti pertarungan yang lain, tentunya akan ada yang menang dan ada yang kalah. seperti pribahasa menang ojo umuk kalah ojo ngamuk. sebagai bagian dari bangsa kita telah menunjukkan artisipasi melalui pemilihan umum. siapapun yang memenangkan pilpres tahun ini tentunya merupakan pilihan terbaik yang telah disuarakan oleh rakyat karena indonesia merupakan negara demokrasi dari oleh dan untuk rakyat. pemimpin yang ter[ilih berasal dari rakyat dipilih langsung oleh rakyat dan untuk rakyat. siapapun yang menjadi presiden yang akan memimpin indonesia 5 tahun yang akan datang menjadi pemimpin yang amanah. Kepemimpinan yang dibutuhkan bangsa ini bukanlah pemimpin yang ideal tetapi pemimpin yang tepat pada massanya. Telah kita ketahui bahwa Kondisi Indonesia saat ini, tentunya kita membutuhkan pemimpin yang mampu mengatasi permasalahan di indonesia dan mampu membuat perubahan menuju indonesia yang lebih baik.

Lama Terpendam Akhirnya Tersampaikan



Kudus, 31 Januari 2014
Tags : Andy, Anif, Hanik, Kak Chilo

Sejak dulu sampai sekarang
Aku belum mengetahui secara pasti
Alasanku bisa mencintaimu
dulu dan sekarang
entah sampai kapan

Sudah sejak lama aku merencanakan peristiwa ini. kumulai ketika aku mendapatkan kabar bahwa hari itu mereka semua berkumpul. Dan tak kusangka ternyata si dia ikut juga. Kemudian entah apa yangmenyelinap dalam pikirku untuk bisa bertemu dengan dia. Rasanya aku ingin sekali berbicara dengan dia tentang kegalauanku selama mencintainya.
Aku menanti saat liburan saat aku ingin bertemu dengan mereka dalam suasana bahagia dan ceria. Pertama kali kuwujudkan niatku. Kukira mereka tak di rumah, terpaksa langsung ku telpon beliau yaah beliau gak bisa. Padahal aku sudah merencanakannya dengan matang tentang apa saja yang akan kuungkapkan. Aku kecewa hari itu, rasanya aku ingin mati dan meninggalkan dunia yang kuanggap menyedihkan ini. aku iri dengan mereka yang tellah menemukan sedangkan aku masih mencari. Aku benar-benar menginginkannya. Aku kecewa ketika apa yangaku harapkan tak pernah sesuai dengan keinginan. Aku ingin bertemu kamu.
Aku sempet putus asa akan kegagalanku bertemu dengan dia. Lain hari aku benar-benar menginginkan untuk bertemu dengan dia. Semalaman aku bergelisah tentang kemungkinan kegagalanku untuk bisa bertemu dengan dia. Aku malu sekali mengapa aku jadi perempuan yang selalu mengharap. Siapakah yang mengharapkanku? Ya Allah kirimkanlah jodoh terbaik untukku. Aku sangat merindukannya.
Jantungku berdegup kencang mulai merasakan kalau ia benar-benar datang hari ini. Aku tidak menyangka hari ini keinginanku terwujud yaitu bertemu dengan kamu. Akhirnya kuungkapkan semua keluh kesahku saat mencintainya. Rasanya dada ini mulai berdebar kencang ketika mendengar suara motornya honda vixionnya. Aku bergegas menyembunyikan diri bersama kawanku. Kemudian aku menahan tawa hingga dia muncul tepat di hadapanku. Dia duduk di samping temanku sesekali menyapaku. Dia terlihat akrab dengan kawanku dan aku hanya bisa diam tersipu sambil mengotak-atik isi aplikasi handphoneku. Aku berbisik lirih dengan temanku. Dia sudah mengetahui recanaku untuk bertemu dan berbicara dengan si dia. Lama kumembungkamkan lisanku dan hati ini mulai berontak dengan keadaan. Akhirnya kuniatkan tulus dari hati untuk berbicara dengan dia. Dan akhirnya semua keluh kesahku  tersampaikan. Walaupun mungkin dia tak sebenarnya bahagia dengan ungkapanku. Apapun reaksinya aku ikhlas yang dia tau dan mengerti.
Raut mukanya hanya tersenyum merunduk sambil sedikit berbicara menanggapi apa yang aku ungkapkan. Permintaan maafnya tulus ataupun tidak akupun tak mau tau. Apakah hanya pura-pura untuk memeperindah dan memberi kesan untuk pembicaraan hari itu ataukah memang dia tulus dari hati.
Rasanya aku ingin meneteskan air mata tetapi mengapa aku tak bisa. Mengapa rasa tangis itu seolah tertahan dalam hati. Aku seolah berselimut dengan ketegaran tetapi hatiku masih merintih.
Aku masih mempunyai harapan. Ya Allah aku ingin sekali

Kering



Hatiku bagaikan tanaman
yang telah bertapa di musim panas
mendapatkan keteduhan seember air
sebagai penyegar kehidupan
hatiku bagaikan sebuah ruangan gelap
mendapatkan sebuah cahaya lampu
sebagai penerang jiwa
akupun tersenyum gembira
            Namun tak lama
            hanya terasa sesaat
            tak lagi ada yang memberi seember air
            setetespun tak kudapat
            aku hanya berdiam diri
            di tengah hamparan tanah lapang
            di bawah terik matahari yang menyegat
            aku tetaplah layu tanpa penyegar

Kamis, 3 Juli 2014

Rabu, 28 Mei 2014

Remember First Lovely

Langit malam telah menampakkan keindahanyya bersama dengan gemerlap bintang-bintang di langit dengan karakteristik cahaya masing-masing. Lampu kota kian memperindah jalan raya dengan keheningan yang menghujam sukma. kukayuh sepeda bersama dengan kawan-kawan di kampungku dengan peluh yang menetes secara perlahan. malam yang hening ditemani dengan alunan senandung lagu asal asia timur yakni india.
Sejenak kulupakan rutinitas pendidikanku dan pulang ke kampung halaman untuk refreshing. aku bersenda gurau bersama dengan seumuranku dan anak-anak ABG Labil. ketika kuberlam-lama dengan mereka tiba-tiba aku mengingat masa remajaku masa ABG yang ebih kukenal dengan masa alay.
kucermati tingkah sikap dan perilaku anak kelas 9 SMP/MTs. mungkinkah dulu aku seperti itu dan mungkinkah rasanya juga seperti itu. ahh aku mengingatknya saat cinta itu terucap dari bibir manisnya dan sektika pula hatiku bergetar akan cinta yang kudengar. aku membayangkan dia dulu seperti anak SMP Kelas 9 saat ini yang kuanggap masih ingusan dan polos. aku baru menyadari bahwa aku dulu terlalu serius. cinta anak ABG Labil itulah cintaku dulu kepadanya percintaan pertama yang membuat aku susah lupa sampai sekarang
aku yang mempercayai cinta benar adanya. aku yang mempercayai cinta membuatku bisa melihat luasnya dunia. aku yang memeprcayai pacar pertama akan membahagiakan. aku yang mempercayai dialah yang diciptakan untukku. aku yang geggabah sering mengungkap cinta tanpa rasa malu.
aku yang terlalus erius menanggapinya. aku yang terlalu fokus mencintainya. dan selalu aku percaya cinta itu benar adanya. keseriusanku dan kepercayaanku yang membuatku terlalu mencintaimu dan tak bisa melupakanmu.
aku dan segala penyesalanku kini menyeruak dengan lantang
menyalahkan sikap dan tindakan pada saat dulu
mungkin cinta yang mampu menghidupkan rasaku
cinta yang menuntunku melihat dunia
dan kepahitan cinta yang membuatku menggapai kedewasaan
menunggu dan mengharap yang telah membentuk jiwa ksatria dan tegar pada jiwa dan ragaku
baru kusadari aku terlampau berfikir dewasa sebelum waktunya kala itu
aku dengan segala keyakinan akan memperoleh cinta yang kuharapkan hanya dia
aku dan segala ke-Alay.anku
aku yang terlalu serius
aku yang terlalu fokus pada sesuatu hingga susah buta berpaling

ya Allah aku yakin perjalanan ini tak akan selalu peluh dan tetes kesedihan yang menemani
aku dengan segala kekhilafanku kala dulu kujadikan sejarah dan kuambil hikmah
Semoga akan segera terganti dengan kisah cinta yang lain
yang tentunya bukan lagi cinta monyet
bukan cinta yang berdasarkan ambisi
bukan cinta yang bertolak pada nafsu
tetapi cinta yang mendapatkan ridha wali dan ridha ilahi
aamiin
:-)

Kamis, 15 Mei 2014

Merindukannya

Langit malam yang tenang hening mencekam membuat hati dan rasa semakin hambar. lantunan syair-syair para musisi angkatan 2000.an yang bergeming rintih di telinga dengan tempo lamban. sunyi dan sepi yang kurasa hanya demikian. inginku berontak dan menyalahkan namun kepada siapa ? akupun tak berhak menentang dan melawan kuasa tuhan. semenjak kumerasakan anugerah terindah dari tuhan baru akhir-akhir ini semua rasa itu telah menghilang. entah karena aku lelah dengan kepastian yang selalu aku kejar ataukah memang aku kebingungan.
Ku akui sekarang aku kesepian dan inilah puncak kesepianku. Usiaku semakin bertambah dewasa namun sampai sekarang aku selalu merasa kesepian. bagaikan hidup di gurun yang tak berair bagaikan musim kemarau yang berkepanjangan dan tak kunjung beralih ke musim semi. sakit yang kurasa ketika aku yang sampai sekarang mungkin sudah dianggap dewasa belum memiliki dambaan kekasih hati. akupun seketika malu mukaku tiba-tiba pucat ketika pertanyaan selalu menghampiriku dengan santainya. batinku kian bergejolak sakit bagaikan diiris dengan pisau yang baru diasah. sakit sekali disaat yang lain sudah memiliki yang mereka harapkan namun sampai sekarang aku belum menemukan. siapakah ya Allah aku sangat membutuhkannya.
aku merasa kesepian dan sunyi. kawan-kawan terdekatku kini telah berangsur-angsur beranjak dari masa single ke masa berpasangan. akupun ingin seperti mereka berbahagia dengan sang pujaan. tetapi siapa ya Allah....
ku hanya bisa berpikir positif dan selalu kutanamkan sifat tersebut untuk menenangkan hati, sebagi penglipur lara hati. aku yakin aku mempunyai masa untuk merasakannya memiliki saat untuk menemukan, mendapatkan dan berbahagia. aku selalu berbaik sangka dengan Allah jika saat ini mungkin merupakan saatku untuk memantasakan diri kelak untuk bisa mendapatkan yang sepadan. prospektif dan ideal. aku sangat merindukaanya :-) sosok yang akan menemani langkah hidupku kelak......
Ya Allah aku merindukannya

Selasa, 13 Mei 2014

Ridha DariNYA

AKU CIPTAANYA

Aku manusia biasa

akupun tidak bisa apa-apa
apapun yang kuinginkan jika tidak ada ridha dariNYa
akupun tak bisa berbuat apa-apa

Aku manusia Normal
Juga Khususnya sebagai kaum hawa
bolehkah aku ingin seperti mereka
yang memiliki dan mengukir cerita dalam bingkaian kebahagiaan

Aku bukan ingin seperti mereka
tetapi ingin menjadi pribadi yang bahagia
menjadi pribadi yang tangguh
bagaimanapun medan kehidupannya

dan sekali lagi aku hanya manusia biasa
yang menginginkan kebahagiaan atas RidhaNYa
hanya dengan RidhaNYa yang selalu kudambakan
entah kapan akan terlaksana

Akupun sebagai manusia
hanya bisa berbaik sangka denganNYA
sang pemilik jagat raya
yang paling mengerti saat yang tepat untukku bersuka